Lampumerahnews.id
Bogor- Dedi Mulyadi telah memberikan kompensasi kepada sopir angkot di jalur Puncak agar selama libur lebaran tidak beroperasi. Kompensasi yang di berikan berupa uang tunai Rp 1 juta, dan sembako senilai Rp 500, tapi nyatanya pada H+2 atau pada Rabu 2/4 terlihat masih saja ada angkot yang masih beroperasi.
Di duga uang kompensasi yang di berikan Gubernur Jawa Barat itu di sunat , Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih mengatakan perihal penerimaan kompensasi yang telah di berikan kepada para sopir tak sesuai dengan yang di janjikan.
" Ya memang ada laporan, tapi untuk pembuktian masih sedang dalam pantauan, " Katanya. (3/4)
Dis juga menyebutkan " nilai uang tunai yang semula Rp 1 juta menjadi Rp 800 , yang 500 berupa subsidi sembako, untuk memperkuat informasi ini kami sedang memantauna, "sebut nya.